Beranda > Iptek, Uncategorized > Makan Sea Food Bisa Mati Mendadak

Makan Sea Food Bisa Mati Mendadak


Sekian lama tidak jalan-jalan ke Yogyakarta. Setelah lulus tahun 2003 dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, kemudian ke Yogya lagi pada saat ikut kegiatan sosial di daerah Bantul saat gempa Jogja. Mulai saat itu aku kembali menginjakkan kaki ke Jogja kemarin bulan November saat pelatihan bimbingan teknis yang diadakan oleh Direktorat jenderal pendidikan Nasional yang bertempat di Yogya Plasa Hotel.

Saat ada waktu senggang saya menyempatkan untuk jalan-jalan kota Jogja. Tanpa disengaja ketemu teman lama saat saya kuliah di jurusan teknik kimia (hanya kuliah 1 bulan) sebelum transfer ke pendidikan matematika. Karena sudah hampir 8 tahun tidak ketemu, akhirnya kita sempatkan untuk makan bersama di sebuah resto sederhana. Saat itulah mendapatkan ilmu baru.

Begitu saya pesan udang, teman langsung bertanya: “Kamu konsumsi vitamin C tidak..?”. Kemudian saya katakan “tidak, emang kenapa jika konsumsi vitamin C…?”. Lalu dia menguraikan akar permasalahannya. Ceritanya ada seseorang yang meninggal dunia dengan mengeluarkan darah di seluruh lubang (panca indera), bahkan kulitnya juga mengeluarkan keringat darah. Setelah ditelusuri ternyata orang tersebut baru saja makan udang dilanjutkan dengan konsumsi vitamin C.

Dia menjelaskan jika di dalam makanan dari hewan yang hidup di air (sea food) mayoritas mengandung Arsenic Pentoxida atau As2O5 (mohon maaf jika salah). Jika dicampur dengan vitamin C. maka akan bereaksi dan menghasilkan Arsenic Trioxida atau As2O3 yang sangat beracun. Sehingga akan mengakibatkan rusaknya pembuluh darah, jantung, hati dan ginjal. Dan mengakibatkan usus keluar darah.

Untuk itu saya sarankan pada pembaca, sebaiknya sehabis makan sea food (udang, kerang, kepiting) jangan mengkonsumsi vitamin C. Atau pada saat makan sea food jangan minumnya jeruk atau es jeruk. Dia mengatakan bahwa makan sea food dengan minumnya es jeruk adalah sebuah langkah bunuh diri.

Demikian sedikit ilmu yang saya dapatkan saat ketemu teman. Masalah kebenarannya silahkan tanyakan kepada orang-orang yang ahli kimia atau farmasi. Itu hanya sebuah info dari teman, saya sendiri kurang begitu paham dengan reaksi kimia. Maklum dulu kuliah di jurusan teknik kimia hanya 1 bulan, sebelum akhirnya pindah ke jurusan pendidikan matematika.

Bagi anda yang mempunyai pengalaman tentang ilmu pengetahuan, silahkan di share disini pada kolom komentar. Atau bisa kirim ke email saya untuk saya publikasikan.

Sekali lagi saya katakan bahwa ilmu tidak hanya di dapat di bangku sekolah. Saat ketemu teman, ngobrol-ngobrol, bercanda, bahkan saat santai makan-makan pun juga bisa mendapatkan ilmu pengetahuan.

Semoga bermanfaat.

Sumber :  http://www.duniabelajar.web.id

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: